Review Universal Monsters: The Invisible Man (1933)

review universal monsters the invisible man
Universal Pictures

Sinema fiksi ilmiah horor review Universal Monsters film The Invisible Man rilis tahun 1933.

The Invisible Man tahun 1933 adalah salah satu film klasik dalam ikon Universal Monsters.

Baca juga: Review Universal Monsters: The Wolf Man (1941)

The Invisible Man merupakan adaptasi novel legendaris dengan judul sama karya H.G. Wells, hingga muncul banyak adaptasi baru.

Film ini masuk dalam National Film Registry sebagai yang signifikan secara historis, kultur, dan estetis.

The Invisible Man mengisahkan Dr. Griffin (Claude Rains), seorang ilmuwan menghilang tanpa jejak sejak ia bekerja untuk Dr. Cranley (Henry Travers). 

Putri Cranley sekaligus kekasih Griffin, Flora (Gloria Stuart) khawatir dan sedih.

Bersama sang asisten sekaligus rekan Griffin, Dr. Kemp (William Harrigan), Cranley mengetahui eksperimen rahasia Griffin dan melacak keberadaan nya.

ulasan film the invisible man 1933 ikon klasik
Universal Pictures

Sementara Griffin sudah dalam keadaan fisik yang tak terlihat, menutupi dirinya dengan perban, topi, kacamat, dan pakaian.

Ia singgah ke Desa Iping dan dalam sebuah penginapan, ia meneruskan eksperimen guna menemukan obat penawar untuk mengembalikan dirinya kembali normal.

Adapun eksperimen diri membuat Griffin memiliki temperamen kasar dan memiliki pikiran jahat dalam ambisi menguasai dunia.

Sebuah insiden pun terjadi di Desa Iping, Griffin menjadi buronan polisi yang semula skeptis.

Griffin diam diam mendatangi sekaligus mengintimidasi Kemp mengajak konspirasi terkait rencana jahat.

Selama 70 menit durasi cerita, film The Invisible Man versi 1933 begitu padat dan bermakna, serta memuaskan.

Alur kisah film ini pun enak diikuti, termasuk adegan, setting, serta tentu saja dialog nya.

Kombinasi genre fiksi ilmiah melalui sajian drama, petualangan, thriller, hingga horor dan komedi, jadi satu film solid untuk dinikmati.

sinopsis alur the invisible man 1933 universal monsters
Universal Pictures

Adegan pembuka film ini yaitu saat figur utama Griffin yang misterius itu tiba di Desa Iping malam hari di musim salju.

Elemen komedi terbaik film ini yaitu karakter Jenny yang diperankan Una O'Connor setiap kali hadapi Griffin.

Rupanya karakter Griffin pun menikmati dan sesekali bersenang-senang saat ia beberapa kali mengerjai polisi dan warga untuk membuat kekacauan.

Banyak adegan komedi meriah hadir, menjadi keseimbangan terhadap drama percintaan dan horor ringan dari The Invisible Man klasik ini.

Karakter figur Dr. Kemp yang sebenarnya menentang Griffin, berada dalam ketakutan hingga ia mengadu ke polisi.

Bersama warga, polisi memasang jebakan untuk Griffin, namun ada kejutan besar menanti.

Memang sulit untuk menilai performa Claude Rains sebagai Griffin, selain hanya gerakan fisik dan dialog nya.

the invisible man 1933 fiksi ilmiah horor
Universal Pictures

Teknik peralihan sorotan kamera yang cepat antar karakter figur dalam dialog dalam satu adegan film ini, menurut saya sudah revolusioner. 

Secara visual dan ilusi optik terhadap aktivitas dan aksi Griffin yang tak terlihat pun, untuk film pada zaman itu sungguh impresif.

Menyaksikan film klasik era pre-Code seperti The Invisible Man ini, melalui teknik sederhana ini mengagumkan.  

The Invisible Man versi 1933 ini film wajib tonton untuk pengalaman sinematik terhadap adaptasi perdana yang berkualitas.  

Itulah sinema fiksi ilmiah horor review Universal Monsters film The Invisible Man rilis thaun 1933.

Score: 4 / 4 stars

The Invisible Man | 1933 | Fiksi Ilmiah, Horor | Pemain: Claude Rains, William Harrigan, Gloria Stuart, Henry Travers, Dudley Digges, Una O'Connor, Forrester Harvey | Sutradara: James Whale | Produser: Carl Laemmie Jr. | Penulis: Berdasarkan Novel The Invisible Man karya H.G. Wells. Naskah: R.C. Sherriff | Musik: Heinz Roemheld | Sinematografi: Arthur Edeson | Penyunting: Ted Kent | Distributor: Univeral Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 70 menit

Comments